Seminar Metode Montessori

Seminar Metode Montessori

SAMPANG – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMPS PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Muafi (STAI Muafi) Sampang menggelar Seminar Nasional Pengenalan Metode Montessori. Kegiatan seminar yang dihadiri seratus lebih peserta itu digelar di STAI Muafi Sampang, Senin (26/6/2023).

Hadir sebagai pembicara pertama dalam seminar Dosen dan Praktisi Montessori, Novia Nuraini, M.Pd dan Dosen Tetap PIAUD STAI Muafi Sampang, Ita Wulan Sari, M.Pd. Ibu Novia mengatakan salah satu hasil pengamatan Maria Montessori sebagai penemu motede Montessori dalam mendidik anak ialah kebebasan memilih. “Jadi, anak-anak itu tidak ada paksaan sama sekali, mereka diberi kebebasan. Misalkan anak-anak pada saat itu ingin belajar tentang matematika, terus ada anak lain yang belajar tentang bahasa, jadi mereka itu diberikan kebebasan dalam memilih apa saja yang mereka sukai”, kata Ibu Novia. 

Di kelas Montessori, sebut Ibu Novia guru atau orang tua mengikuti anak dalam belajar sambil bermain, bukan sebaliknya. Karena salah satu prinsip kelas Montessori dalam penemuan Maria Montessori di Casa Dei Bambini yaitu Following the Child. “Di kelas Montessori kita itu mengikuti anak bukan anak mengikuti guru, seperti itu. Jadi, apabila anaknya ingin mainan di sentra tertentu, jadi kita tidak bisa memaksa. Tapi kita tetap melakukan disiplin yang positif. Jadi kita menerapkan role’s-role’s model. Misalkan ketika mau melakukan kegiatan belajar menggunakan alat tersebut, jadi kita harus menyampaikan bahwa setelah digunakan harus dikembalikan kembali”, jelasnya. 

Ketua PIAUD STAI Muafi Sampang, Uswatun Hasanah, S.Psi., M.Si dalam sambutannya menegaskan bahwa mendidik anak itu seharusnya bertujuan agar bisa hidup sepanjang hayat. “Jadi, Maria Montessori, pendirinya memiliki dasar pemikiran bahwa pendidikan itu seharusnya untuk kehidupan sepanjang hayat. Jadi, pendidikan anak bukan hanya belajar tentang baca, tulis, hitung rumus-rumus bukan itu saja. Tapi yang memberikan bekal agar mereka bisa hidup sepanjang hayat. Apa bekalnya? hidup mandiri, cara bersosialisasi, mengembangkan bakat, itu dasar yang membuat Maria Montessori mengembangkan Metode Montessori”. Ibu Uswa, sapaan akrabnya juga mengingatkan kita pentingnya belajar metode Montessori agar anak-anak kita menjadi anak yang mampu bersaing di dunia global. “Harapan kami, semoga tenaga pendidik di sini, khususnya tenaga pendidik anak usia dini, teman-teman mahasiswa, bapak-bapak, calon ayah semuanya sama-sama belajar, gimana cara mendidik anak yang baik biar anak kita semua bisa aktif, resilence, bisa bertahan di tengah persaingan global yang semakin ketat” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*