STAI Muafi Sampang Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Secara Cerdas dan Etis dalam Riset

STAI Muafi Sampang Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Secara Cerdas dan Etis dalam Riset

Sampang – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muafi Sampang kembali menghadirkan ruang belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui penyelenggaraan Webinar Nasional bertajuk “AI untuk Riset: Peluang dan Tantangan bagi Mahasiswa” pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berhasil menghimpun 124 peserta yang berasal dari mahasiswa, dosen, serta peserta umum yang memiliki ketertarikan terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia akademik.

Webinar tersebut menjadi salah satu upaya STAI Muafi Sampang dalam mendorong peningkatan literasi digital sekaligus memperkuat kompetensi riset mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Melalui tema yang diangkat, peserta diajak memahami bahwa AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi telah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas penelitian apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang akademik dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Kurniah Astutik, M.Pd. dari IAI At-Taqwa Bondowoso hadir sebagai pemateri pertama yang mengulas perkembangan AI dalam dunia pendidikan serta perubahan paradigma pembelajaran di era digital. Sementara itu, Mauhibbatus Syakirin, M.E. selaku dosen STAI Muafi Sampang menyampaikan materi mengenai pemanfaatan AI sebagai pendukung kegiatan riset mahasiswa, mulai dari tahap pencarian literatur hingga proses penyusunan karya ilmiah yang tetap berpegang pada prinsip integritas akademik.

Jalannya webinar dipandu oleh Raden Roro Maya Candra Pinanta, M.Pd. dari Universitas PGRI Argopuro Jember (UNIPAR) sebagai moderator. Dengan suasana diskusi yang interaktif, peserta tidak hanya memperoleh pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab yang membahas berbagai persoalan nyata mengenai penggunaan AI dalam penyusunan tugas akhir, penelitian, maupun publikasi ilmiah.

Dalam pemaparannya, Mauhibbatus Syakirin, M.E. menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI menghadirkan peluang besar bagi mahasiswa untuk bekerja lebih efektif dalam melakukan penelitian. Berbagai platform berbasis AI dapat membantu proses eksplorasi referensi, menemukan kesenjangan penelitian (research gap), menyusun kerangka berpikir, hingga membantu memahami artikel ilmiah berbahasa asing. Namun demikian, ia menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab akademik seorang mahasiswa.

“AI seharusnya menjadi asisten dalam proses riset, bukan menjadi pengganti peneliti. Mahasiswa tetap harus mampu berpikir kritis, memverifikasi setiap informasi, serta menjaga orisinalitas karya ilmiahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kurniah Astutik, M.Pd. menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital yang semakin cepat. Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi salah satu kompetensi penting bagi lulusan perguruan tinggi, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan etika, literasi informasi, serta tanggung jawab dalam menggunakan teknologi secara bijaksana.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai cara menggunakan AI secara etis, strategi menghindari plagiarisme ketika memanfaatkan teknologi AI, hingga rekomendasi berbagai platform yang dapat mendukung penyusunan proposal penelitian, skripsi, maupun publikasi ilmiah. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat peserta terhadap pemanfaatan AI sebagai bagian dari proses belajar dan penelitian di perguruan tinggi.

Penyelenggaraan webinar ini juga menjadi wujud komitmen STAI Muafi Sampang dalam menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di tengah transformasi digital yang terus berkembang, kampus berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, inovatif, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, STAI Muafi Sampang berharap lahir generasi mahasiswa yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai instrumen pendukung dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas, tetap menjunjung tinggi integritas akademik, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan dan dunia kerja di era digital.