Dosen PIAUD Raih Pendanaan Internasional dari University Oman untuk Pengembangan Edupreneurship Mahasiswa

Dosen PIAUD Raih Pendanaan Internasional dari University Oman untuk Pengembangan Edupreneurship Mahasiswa

Sampang, 19 Desember 2024-Prestasi membanggakan kembali diraih oleh sivitas akademika Program Studi PIAUD. Salah satu dosen PIAUD, Abdullah S.Sos.I, M.Pd.I, berhasil memperoleh dana pembiayaan luar negeri dari University Oman untuk mendukung pengembangan KSPPS Muafi Alif Zaini sebagai media praktik Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) DTPS dalam penguatan edupreneurship mahasiswa PIAUD.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mulai dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2024 dan dirancang dalam tiga kali pertemuan sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan kepada mahasiswa dan masyarakat mitra. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, praktik lapangan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi pendidikan.

Pendanaan internasional tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi pengabdian dan pengembangan pendidikan yang dilakukan dosen PIAUD dalam menciptakan model pembelajaran berbasis praktik lapangan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, kemandirian, serta kemampuan membangun program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan.

Melalui program ini, mahasiswa PIAUD tidak hanya dibekali kemampuan pedagogik dalam pendidikan anak usia dini, tetapi juga diarahkan untuk memiliki jiwa edupreneurship, yaitu kemampuan mengembangkan inovasi pendidikan yang kreatif, mandiri, dan berdampak sosial. Konsep edupreneurship tersebut diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan pendampingan masyarakat, pengelolaan program pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan kegiatan produktif berbasis komunitas.

Abdullah S.Sos.I, M.Pd.I menjelaskan bahwa pengembangan KSPPS Muafi Alif Zaini diarahkan sebagai laboratorium praktik sosial dan pendidikan bagi mahasiswa PIAUD. Dalam praktiknya, mahasiswa diberikan ruang untuk belajar membangun program edukatif yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan pendidikan keluarga, pembelajaran anak usia dini, dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kreatif.

“Mahasiswa PIAUD perlu memiliki kemampuan inovatif dan mandiri dalam mengembangkan program pendidikan. Karena itu, mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga dilatih menghadapi realitas sosial masyarakat melalui kegiatan pengabdian dan praktik edupreneurship,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan PkM dibagi menjadi tiga tahap pertemuan. Pertemuan pertama difokuskan pada pengenalan program, pemetaan kebutuhan masyarakat, dan penguatan konsep edupreneurship bagi mahasiswa. Pada tahap ini, mahasiswa diberikan pembekalan mengenai pentingnya inovasi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat berbasis kreativitas.

Pertemuan kedua diisi dengan praktik pendampingan dan implementasi program di lapangan. Mahasiswa mulai terlibat langsung dalam penyusunan kegiatan edukatif, pengembangan media pembelajaran kreatif, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mendukung penguatan pendidikan anak usia dini.

Sementara itu, pertemuan ketiga menjadi tahap evaluasi dan penguatan keberlanjutan program. Pada sesi ini dilakukan refleksi bersama terkait capaian kegiatan, tantangan di lapangan, serta penyusunan strategi pengembangan program agar dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mahasiswa.

Dana pembiayaan dari University Oman digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan program, di antaranya pengembangan media pembelajaran kreatif, pelatihan edupreneurship mahasiswa, penguatan kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan sarana praktik pembelajaran berbasis komunitas.

Selain menjadi media praktik Pengabdian kepada Masyarakat, kegiatan ini juga mendukung implementasi pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman lapangan yang terus dikembangkan oleh Prodi PIAUD. Mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program, sehingga mampu memperoleh pengalaman nyata dalam membangun komunikasi sosial, menyusun program pendidikan, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

Kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan lulusan PIAUD di era modern. Saat ini, lulusan pendidikan anak usia dini tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kreativitas dan kemampuan membangun inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, penguatan edupreneurship menjadi langkah strategis dalam membentuk lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Kerja sama dengan University Oman juga membuka peluang pengembangan jejaring akademik internasional bagi Prodi PIAUD. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan penelitian, pengabdian masyarakat, serta inovasi pendidikan berbasis internasional yang memberikan manfaat luas bagi mahasiswa dan masyarakat.

Pimpinan kampus memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai keberhasilan memperoleh pendanaan internasional merupakan bukti meningkatnya kualitas dan daya saing dosen dalam menghasilkan program pengabdian yang inovatif dan berdampak nyata.

“Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis pengabdian, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap pimpinan kampus.

Melalui pengembangan KSPPS Muafi Alif Zaini sebagai media praktik PkM DTPS, mahasiswa PIAUD diharapkan mampu menjadi generasi pendidik yang kreatif, inovatif, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Program ini juga diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi pendidikan anak usia dini yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan ini semakin mempertegas komitmen Prodi PIAUD dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi internasional, penguatan pengabdian masyarakat, dan implementasi edupreneurship berbasis pendidikan. Dengan semangat inovasi dan pengabdian, sivitas akademika terus berupaya menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pendidikan masa depan.