STAI Muafi Sampang Edukasi Pentingnya Pendidikan Seksualitas sebagai Benteng Perlindungan Anak Usia Dini

STAI Muafi Sampang Edukasi Pentingnya Pendidikan Seksualitas sebagai Benteng Perlindungan Anak Usia Dini

Sampang, 27 Juli 2026 – Kepedulian terhadap perlindungan anak dari kekerasan seksual terus menjadi perhatian penting di tengah masyarakat. Menyikapi hal tersebut, STAI Muafi Sampang menyelenggarakan webinar bertajuk “Tubuhku Berharga: Pendidikan Seksualitas sebagai Benteng Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini”, pada Senin, 27 Juli 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, pendidik, orang tua, hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam kegiatan yang mengangkat isu penting mengenai pendidikan seksualitas dan perlindungan anak tersebut.

Pemilihan tema “Tubuhku Berharga” menjadi pesan utama dalam webinar ini. Pendidikan seksualitas pada anak usia dini dipandang bukan sekadar mengenalkan aspek biologis tubuh, melainkan bagian dari pendidikan perlindungan diri yang membantu anak mengenal tubuhnya, memahami batasan diri, serta mengetahui tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang lain terhadap dirinya.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa upaya pencegahan kekerasan seksual perlu dilakukan sedini mungkin. Anak membutuhkan lingkungan yang aman, orang dewasa yang responsif, serta pola komunikasi yang terbuka agar mereka memiliki keberanian untuk menyampaikan pengalaman maupun perasaan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman.

Webinar menghadirkan tiga pemateri yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan anak usia dini dan psikologi. Pemateri pertama adalah Uswatun Hasanah, S.Psi., M.Si., selaku Ketua Program Studi PIAUD STAI Muafi Sampang, yang menyampaikan materi mengenai “Dasar-Dasar Pendidikan Seksualitas Anak Usia Dini.”

Dalam materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep pendidikan seksualitas yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak. Pengenalan terhadap tubuh dan privasi dapat dilakukan dengan bahasa sederhana dan pendekatan yang ramah anak sehingga materi tidak menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi justru membantu anak mengenali dan menjaga dirinya.

Selanjutnya, materi “Deteksi Dini Kekerasan Seksual pada Anak” disampaikan oleh N. Lathifah Andina, M.Psi., Psikolog. Materi ini memberikan perspektif psikologis mengenai pentingnya kemampuan orang tua dan pendidik dalam mengenali tanda-tanda yang mungkin muncul ketika seorang anak mengalami kekerasan seksual.

Deteksi dini menjadi bagian penting dalam perlindungan anak karena anak usia dini belum selalu memiliki kemampuan untuk menjelaskan secara utuh pengalaman yang dialaminya. Oleh karena itu, orang dewasa di sekitar anak perlu memiliki kepekaan terhadap perubahan perilaku, kondisi emosional, maupun tanda-tanda lain yang dapat menjadi indikasi adanya persoalan yang sedang dihadapi anak.

Sementara itu, pemateri ketiga, Nurul Novitasari, M.Pd.I., Dosen Program Studi PIAUD Universitas Al-Hikmah Indonesia, membawakan materi “Bentuk-Bentuk Permainan/Kegiatan di Sekolah untuk Mengenalkan Seksualitas pada Anak.”

Materi tersebut menekankan pentingnya penggunaan metode yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Pendidikan seksualitas dapat dikenalkan melalui permainan, cerita, kegiatan pembelajaran, maupun aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai usia, anak dapat memperoleh pemahaman mengenai tubuh dan perlindungan diri tanpa merasa tertekan.

Ketiga materi tersebut memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta, mulai dari landasan pendidikan seksualitas anak usia dini, kemampuan melakukan deteksi dini kekerasan seksual, hingga strategi mengenalkan pendidikan seksualitas melalui kegiatan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, organisasi profesi pendidik, serta masyarakat dalam membangun kesadaran bersama mengenai perlindungan anak. Kehadiran peserta dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa persoalan kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau orang tua, tetapi merupakan persoalan bersama yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat.

Bagi mahasiswa PIAUD, kegiatan ini juga memiliki relevansi yang kuat dengan bidang keilmuan yang mereka pelajari. Sebagai calon pendidik anak usia dini, mahasiswa perlu memiliki bekal pengetahuan yang memadai mengenai tumbuh kembang anak, perlindungan anak, serta strategi komunikasi yang tepat ketika memberikan edukasi mengenai tubuh dan batasan diri.

Sementara bagi orang tua dan masyarakat umum, webinar ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai bagaimana menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membantu orang dewasa membangun komunikasi yang lebih terbuka sehingga anak tidak merasa takut untuk bercerita ketika menghadapi pengalaman yang tidak menyenangkan.

Penyelenggaraan webinar ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen STAI Muafi Sampang, khususnya Program Studi PIAUD, dalam menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat.

Melalui tema “Tubuhku Berharga”, STAI Muafi Sampang ingin menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan dilindungi. Pendidikan yang diberikan sejak dini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam membangun kesadaran anak mengenai tubuh dan batasan dirinya.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya sinergi antara keluarga, sekolah, pendidik, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang ramah dan aman bagi anak. Pencegahan kekerasan seksual tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi kasus, tetapi perlu dimulai melalui edukasi, komunikasi, pengawasan, dan keberanian untuk menciptakan ruang yang memungkinkan anak berbicara dan mendapatkan perlindungan.

Dengan terselenggaranya webinar ini, STAI Muafi Sampang berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, edukasi mengenai pendidikan seksualitas anak usia dini tidak berhenti pada kegiatan webinar, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mencegah kekerasan seksual dan mewujudkan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

 

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAI Muafi Sampang Tahun Akademik 2026/2027 Telah dibuka. Pilihan Prodi 👇🏼
1. Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
2. Ekonomi Syari’ah (ES)
3. Pendidikan Agama Islam (PAI)

Link Pendaftaran : https://bit.ly/formulircamabastaifi2627

✨Daftar sekarang dan jadilah bagian dari generasi berilmu dan berakhlak.
📌Segera dapatkan promo menarik di gelombang 1
.
.
INFO Pendaftaran PMB STAI Muafi Sampang Tahun Akademik 2026/2027
👇👇👇
🏫 JL. Lonkebun, Ketapang Daya, Ketapang Sampang

Pak Najib:
📱0877-5418-9801
Ibu Toyyibah:
📱 0823-0105-1854

🏷️🏷️🏷️
Follow us on social media
Instagram : staimuafi_sampang
Tiktok : staimuafisampang
Youtube : staimuafi_sampang