LP2M STAI Muafi Sampang Gelar Pembekalan KPM 2026, Bekali Mahasiswa dengan Etika dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat

LP2M STAI Muafi Sampang Gelar Pembekalan KPM 2026, Bekali Mahasiswa dengan Etika dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat

Sampang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STAI Muafi Sampang menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) bagi mahasiswa semester VI Program Studi Ekonomi Syariah dan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Abdul Muizz STAI Muafi Sampang ini diikuti oleh seluruh peserta KPM sebagai bekal sebelum melaksanakan pengabdian di desa-desa lokasi penempatan.

Pembekalan KPM merupakan agenda strategis yang diselenggarakan LP2M untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai etika, metode pemberdayaan masyarakat, serta implementasi program kerja yang selaras dengan visi pengabdian STAI Muafi Sampang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat desa.

Materi pertama disampaikan oleh Chairul Imam A., S.S.I., M.H.I. dengan tema “Penegasan Kode Etik dan Norma Sosial.” Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan KPM tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang dijalankan, tetapi juga oleh sikap, etika, dan kemampuan mahasiswa dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Mahasiswa KPM membawa nama baik institusi. Oleh karena itu, setiap peserta harus menjunjung tinggi kode etik, menghormati norma sosial, serta mampu beradaptasi dengan budaya masyarakat setempat agar tercipta hubungan yang baik selama proses pengabdian,” jelas Chairul Imam.

Sesi berikutnya diisi oleh Rismanto, S.Pd.I., M.E. yang membawakan materi bertajuk “Aktualisasi Visi, Misi, dan Program KPM dalam Membangun Masyarakat Desa yang Berdaya.” Pada kesempatan tersebut, beliau mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa KPM merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap program yang dirancang mahasiswa hendaknya berangkat dari kebutuhan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Program KPM harus dirancang secara terukur, sesuai kebutuhan masyarakat, serta mampu mendorong lahirnya desa yang mandiri dan berdaya. Kehadiran mahasiswa harus menjadi solusi, bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial,” ungkap Rismanto.

Materi terakhir disampaikan oleh Ita Ulan Sari, M.Pd. dengan tema “Teknik KPM Partisipatif.” Dalam sesi ini, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pendekatan partisipatif dalam pengabdian masyarakat, mulai dari proses identifikasi potensi dan permasalahan desa, penyusunan program kerja bersama masyarakat, hingga pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat sehingga program KPM menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kegiatan pembekalan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi melalui diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber. Antusiasme tersebut menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Melalui pembekalan yang diselenggarakan oleh LP2M ini, STAI Muafi Sampang berharap seluruh peserta KPM memiliki kesiapan akademik, sosial, dan moral dalam melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat. Dengan berbekal pemahaman mengenai etika, strategi pemberdayaan, dan teknik pendampingan partisipatif, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program-program yang inovatif, adaptif, serta memberikan dampak positif bagi terwujudnya masyarakat desa yang mandiri dan berdaya.